Opini Tentang Virus Ebola
Konon katanya virus ebola ini merupakan virus yang mematikan dan hingga sekarang pakar kesehatan belum menebukan obat dan vaksin yang ampuh. Dengan tidak adanya vaksin pencegah virus ini yang menyebabkan menjadi virus yang mematikan. Biasanya penyakit ini banyak ditemukan di desa-desa terpencil. Dalam 50%-90% jangkitan, penyakit ini mengakibatkan kematian, bergantung kepada jenis virus Ebola punca penyakit.
Virus ebola bisa tertular lewat melalui daerah, muntah, fases, dan cairan tubuh dari manusia penderita ebola ke manusia lain.Virus juga bisa ditemukan dalam urin atau cairan sperma. Infeksi terjadi ketika cairan-cairan tubuh tersebut menyentuh mulut, hidung, atau luka terbuka orang sehat. Bersentuhan langsung pada kasur, pakaian, atau permukaan yang terkontaminasi juga bisa membuat menyebabkan infeksi, tetapi hanya melalui luka terbuka orang sehat. Namun masih belum jelas kapan virus ini bertahan di luar tubuh tetapi sejumlah bukti menunjukan virus bisa bertahan hingga enam hari. Penyakit ini tidak menular lewat udara, seperti flu. Setelah terinfeksi, virus membutuhkan waktu dua hingga 21 hari untuk akhirnya menunjukkan gejala.
Virus ebola menyebabkan penderita menjadi lemah, kekurangan air, lesu dan keliru. Gejala awal virus ebola ini penderita akan merasakan demam tinggi, lemas, nyeri otot, diare, muntah, kurang nafsu makan, dan sakit kepala. Gejalanya hampir sama dengan penyakit malaria dan penyakin enedmik di Afrika Barat. Sekali terserang pada aliran darah maka akan berakibat pada sel-sel tubuh yang lain itu merupakan salah satu alasan virus ebola sangat mematikan.
Walaupun bergantung pada tingkat keganasan virus, tapi hampir 90% penedrita biasanya meninggal karena gagal ginjal, kehabisan darah, dan shock hanya dalam beberapa hari setelah terserang penyakit ini. Pada tahap akhir dari gejala ini adalah perdarahan internal dan eksternal pada organ tubuh dan pembuluh darah yang mulai rusak. Perdarahan dapat terjadi di dalam jantung, bekas luka, dan mukosa membran (seperti mata).
"Situasi bukan tak terkendali, dan banyak pekerjaan telah dilakukan di ketiga negara yang terpengaruh (Giunea, Sierra Leone, dan Liberia). Untuk menanggulangi keadaan dan menghentikan penyebaran virus ebola," kata Dr. Pierre Formently, seorang ahli dari Departemen Pengawasan dan Tanggapan Penyakit Menular, dalam suatu pertanyaan. Formently mengatakan WHO bersama pemerintah lokal telah mampu mengendalikan wabah di berbagai tempat, misalnya di Telimele dan Dabola di Guinea. Meskipun ada beberapa tempat yang WHO tak sepenuhnya berhasil, tapi di tempat lain organisasi dunia telah berhasil menghentikan rantai penularan.
Ada beberapa cara untuk bisa mencegah menularnya virus ini:
- Pahami bagaimana bagaimana penyakit ebola
- Hindari berpergian di daerah yang di duga banyak terdapat virus ebola
- Hindari kontak langsung dengan orang yang di duga terinfeksi virus ebola
- Hindari makan daging hewan liat atau daging buruan
- Ketahui gejala-gejala umum dari virus ebola
- Perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan teratur dan bersih
- Melaporkan kepada petugas kesehatan bila mengalami gejala-gejala yang terkait
- Di rumah sakit, petugas harus memakai sarung tangan dan alat pelindung sperti masker, dan mencuci tangan secara teratur


Komentar
Posting Komentar