#SIP SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

A.    PENGERTIAN SISTEM DAN INFORMASI

1.      Pengertian Sistem
Menurut Fat (dalam  Hutahaean, 2014), pengertian sistem adalah suatu himpunan, suatu "benda" nyata atau abstrak (a set of thing ) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan., berhubungan, ketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
Menurut Indrajit (dalam  Hutahaean, 2014),  sistem adalah mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (dalam  Hutahaean, 2014),  sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan objek yang memiliki komponen-komponen yang menghubungkan dari satu objek ke objek lainnya secara keseluruhan.

2.      Pengertian Informasi

Menurut Hutahaean, J  (2014)  Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.
Menurut Davis (dalam  Hutahaean, 2014)   informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Menurut Kenneth  C. Laudon (2004). Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang dikumpulkan dan diolah menjadi sebuah informasi yang dapat dinikmati oleh orang banyak.

B.     PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1.      Pengertian Sisitem Informasi
Menurut Hutahean (2014), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan  strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Menurut Alamsyah (2005), informas adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu dengan bentuk yang diperlukan.
Menurut Lucas (dalam Fauzi, 2017), sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki prosedur-prosedur dan diorganisasikan sesuai dengan yang di butuhkan atau diperlukan.
2.      Pengertian Psikologi

Menurut Gaol (2008), psikologi mempelajari sistem informasi dengan tujuan mendapat pemahaman bagaimana manusia membuat keputusan, merasa dan menggunakan informasi formal.
Menurut Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009), psikologi adalah ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan sekitar.
3.      Sistem Informasi Psikologi

Kesimpulan, SIP atau Sistem Informasi Psikologi adalah suatu data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya atau penggunanya dan dapat dirasakan bagaimana manusia dalam memuat keputusan.

C.    ARSITEKTUR KOMPUTER


                        Menurut Suryadi (1994), arsitektur computer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya.
            Menurut Alfatta (2007), arsitektur juga dapat didefinisikan dan dikategorikan  sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
            Menurut Syahrul dan Basamalah (2016), arsitektur komputer adalah hal yang berkenaan dengan struktur dan perilaku berbagai modul-modul fungsional komputer dan bagaimana mereka saling berinteraksi untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pemrosesan pengguna.
            Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa arsitektur computer adalah suatu sistem atau desain yang membentuk komputer yang utuh sesuai dengan fungsi-fungsi kerjanya.

D.    STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

Menurut Widyatiningtyas (2002), struktur kognisi manusia atau yang disebut dengan skemata atau skema adalah berupa fakta-fakta konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang ada dalam pikiran.
Menurut Solso (2007), struktur kognisi merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognisi manusia juga merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Menurut Orams (dalam Hidayat, dkk 2007), memodifikasi teori Piaget mengemukakan bahwa proses membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi, transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru mengenai lingkungan tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu sistem atau skema yang prosesnya terjadi di otak manusia dan terbentuk suatu informasi yang di dapat melalui pemahaman individu.

E.     KAITAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR
KOGNISI MANUSIA
Seperti yang diketahui bahwa ada tahapan-tahapan pada komputer seperti input, process, output dan storage. Input yang berarti tahap awal dari proses pengolahan yang terjadi pada sistem komputer. Pada tahap ini data yang telah dimasukkan melalui peralatan input selanjutnya akan diproses, pada tahap ini data yang masih mentah tadi akan diproses sedemikian rupa, sehingga data tersebut selanjutnya siap dicetak menjadi informasi yang lebih bermanfaat. Tahap ketiga yaitu pengeluaran pada tahap ini, data yang sebelumnya telah dimasukkan melalui peralatan input, selanjutnya akan diproses oleh CPU dan bisa dicetak apabila sudah siap. Tahap terakhir yaitu penyimpanan pada tahap ini merupakan proses perekaman hasil pengolahan ke alat penyimpanan dan dapat dipergunakan kembali sebagai input untuk diproses selanjutnya. Jadi, kesimpulannya data mentah yang telah diproses tadi dapat disimpan pada penyimpanan agar bisa digunakan kembali sewaktu-waktu.
Dari tahapan yang telah dijelaskan di atas  hampir sama dengan struktur kognisi manusia yaitu encoding yang berfungsi menyimpan informasi tentang dunia luar kedalam ingatan aktif, akan mengubah perintah-perintah dalam ingatan aktif menjadi perilaku. Memori akan menyimpan secara permanen isi ingatan aktif ke dalam ingatan deklaratif dan ada proses retrieval atau pengambilan atau recall yang akan mengambil informasi dari ingatan deklaratif.

F.     KELEMAHAN DAN KELEBIHAN DARI ARSITEKTUR
KOMPUTER BILA DIBANDINGKAN DENGAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
1.      Arsitektur komputer
              Kelebihan arsitektur computer:
·         Mempermudah dalam pembuatan dokumen
·         Dapat menyimpan banyak data
·         Dapat melakukan perhitungan matematika dengan cepat
·         Bisa digunakan oleh orang banyak
Kekurangan arsitektur computer:
·         Kapasitas memori yang terbatas
·         Rentan terkena virus jika tidak terdapat anti virus
·         Harga yang tidak terjangkau
·         Terdapat error jika terdapat suatu kesalahan
2.      Struktur kognisi manusia
Kelebihan struktur kognisi manusia:
·         Berfikir secara abstrak dan kompleks
·         Memiliki kapasitas memori yang tidak terbatas
·         Memiliki perasaan dan emosi
Kekurangan struktur kognisi manusia:
·         Terkadang bisa lupa tidak tergantung pada usia
·         Emosi sangan mempengaruhi suasana hati dan berpikir manusia
Sumber :
      Alamsyah, Z. (2005). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT Gramedia                 Pustaka Utama
Alfatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi
Offset.
Fauzi, R.A. (2017). Sistem Informasi Akuntansi (Berbasis Akuntansi). Sleman: Deepublish.
Gaol, L, Jimmy. 2008. Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi.
Jakarta : Penerbit PT Grasindo.
Hastjarjo, D. (1994). Arsitektur Kognisi Manusia Menurut Teori ACT. Buletin
Psikologi.
No. 1, 1 -6.
Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish
Publisher.
McLeod, Jr. R., & Schell, P. G. (2008). Sistem Informasi Manajemen Edisi 10.
Jakarta: Salemba Empat.
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sarwono, S.W. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Solso R.L., Maclin, O.H., Maclin, M.K. (2007). Psikologi Kognitif Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Suryadi, HS. (1994). Pengantar Arsitektur Komputer (Seri Diktat). Jakarta:
Gunadarma.
Syahrul., & Basalamah, A. (2016). Desain Digital & Arsitektur Komputer.
Bandung: Penerbit INFORMATIKA.
Widyatiningtyas, R. (2002). Pembentukan Pengetahuan Sains, Teknologi, dan
Masyarakat dalam Pandangan Pendidikan IPA
. Jurnal pendidikan dan budaya. Vol. 1, No. 2.

Komentar

Postingan Populer