#SIP CBIS, SISTEM PAKAR DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
A.
CBIS (Computer Based Information System)
1.
Pengertian CBIS (Computer Based Information System)
Menurut Fatta (2007), istilah Computer
Based Information System (CBSI) mengacu pada sistem informasi yang
dikembangkan berbasis teknologi komputer yaitu, hardware, software people, procedures, information.
Menurut Gaol (2008), Computer
Based Information System (CBSI) artinya perancang sistem informasi
manajemen harus mengerti computer dan mampu menggunakannya untuk pengolahan
informasi karena perancang akan merancang sebuah manajemen sistem informasi
yang akan digunakan dengan menggunakan program komputer.
Evolusi CBIS (Computer
Based Information System)
a. Berfokus pada Data
(SIA)
Segalanya terjadi dengan sederhana pada sebuah
perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi
terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data. Sebuah contoh data akuntansi ini
adalah masuk ke dalam pusat pengumpulan data yang dilakukan oleh pekerja dan
pengawas kendali kualitas saat produksi berlangsung. Manajemen dapat memantau
pada waktu itu juga (real time)
kegiatan kendali kualitas yang terjadi. Sebagai tambahan, laporan keuangan
standar yang dibuat oleh SIA, seperti rekening koran (income statement) dan analisis biaya, disajikan sebagai suatu kartu
catatan kualitas produk, sisa/potongan produk, pengembalian pelanggan, demikian
seterusnya.
b. Berfokus pada
Informasi (SIM)
SIM bertanggung jawab dalam menyediakan informasi
untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus,
dan keluaran bentuk matematika. Para manajer di semua wilayah fungsi dapat
menerima keluaran ini, yang sebagian besar dihasilkan dari gabungan data SIA
yang ada. Contoh laporan yang dimaksud adalah manajer kendali kualias dapat
menerima laporan bulanan yang menunjukkan tingkat rongsokan/tolakan (reject) untuk masing-masing tahap dalam
proses di pabrik.
c. Berfokus pada
Penunjang Keputusan (SPK)
Para manajer dapat membuat keluaran (output) untuk masalah khusus yang
berkenaan dengan kualitas. Contohnya, seorang pengawas dapat menerima laporan
yang menunjukkan tingkat pertolongan/sisa setiap pelaksanaan mesin, seorang
pengawas QC dapat memperbaiki basis data untuk tampilan biaya perbaikan produk
yang disebabkan pengembalian dari pelanggan dan manajer pabrik dapat
menggunakan lembaran elektronik untuk meniru pengaruh bonus kualitas pada biaya
produksi.
d. Berfokus pada
Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Sistem OA menyediakan kemampuan telekominkasi untuk
orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi di
antara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan
perusahaan. Komunikasi ini membuat kelompok tanggung jawab kualitas, seperti
komite dan kelompok proyek, untuk menyelaraskan upaya kemampuan telekomunikasi
tersebut. Pengolahan kata (word
processing), surat elektronik (e-mail),
surat suara (voice mail), dan
pemindahan faksimile dapat memenuhi
kebutuhan ini dengan baik. Aplikasi OA lainnya, seperti tatap muka melalui
video/gambar (video conferencing),
pertemuan/temu wicara melalui suara (audio
conferencing), baik sekali untuk berkomunikasi di antara mereka yang
letaknya tersebar.
e. Berfokus pada
Konsultasi
Perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk meraih
suatu pengetahuan dan menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih
mencakapkan para pegawai pada bentuk sistem informasi. Fungsi sistem ahli
dinamakan sebagai konsultan, dan kegiatannya dinamakan konsultasi. Tingkatan
operasional perusahaan merupakan tempat sistem ahli yang paling efektif untuk
digunakan. Sistem ini dapat menampilkan lebih cepat kebutuhan basis data atau
penggunaan di bidang lainnya dan lebih konsisten dibandingkan manusianya
sendiri serta perusahaan yang menggunakan sistem ahli disekat dari hilangnya
pengetahuan yang terjadi pada saat pegawai pension dan dipindahkan. Salah satu
sistem ahli pertama adalah dibuat pada perusahaan General Electric (GE), dari
Amerika Serikat, untuk mendapatkan transfer pengetahuan dari ahli perbaikan
lokomotif yang lama, yang mendekati masa pension. Sistemnya dinamakan CATS-1,
dibuat untuk membantu montir mengenali/mendiagnosis masalah mesin. Di saat
masalah telah ditemukan, sebuah pita gambar (video tape) menginstruksikan montir unruk memperbaiki yang perlu
saja.
2.
Data
Hierarki Data
Hierarki data dibagi menjadi berbagai tingkatan,
yaitu:
a. Atribut data
Atribut data adalah bagian mendasar dari calon data
yang berguna dalam basis data. Atribut adalah karakteristik logis dan relevan
dari suatu entitas dan yang mengenai hal apa perusahaan menangkap datanya.
Berbagai atribut yang ditunjukkan dalam Figur 1.6 adalah logis karena semuanya
berkaitan dengan entitas yang sama─piutang usaha. Tiap atribut juga relevan karena berkontribusi pada nilai
informasi keseluruhan rangkaian. Sebagai buktinya, tidak adanya suatu atribut
yang relevan akan mengurangi atau merusak nilai informasi dari rangkaian
tersebut. Peambahan data yang tidak relevan atau tidak logis tidak akan meningkatkan
nilai informasi rangkaian tersebut.
b. Record
Record adalah serangkaian
lengkap atribut untuk satu kejadian dalam sauatu kelas entitas. Contohnya,
nama, alamat, dan saldo pelanggan adalah satu kejadian (recod) dalam kelas piutang usaha. Untuk menemukan record tertentu dalam basis data, maka
pengguna harus dapat mengidentifikasikannya secara unik. Oleh karenanya, setiap
record dalam basis data harus unik
untuk paling tidak satu atributnya. Atribut pengidentifikasi uniknya adalah
kunci primer (primary key). Karena
tidak ada atribut alami (seperti nama pelanggan) yang dapat menjamin keunikan,
biasanya akan ditetapkan kunci buatan untuk record.
Kunci untuk record piutang usaha
dalam Figur 1.6 adalah nomor rekening pelanggan. Ini adalah satu-satunya
pengidentifikasi unik dalam kelas record tersebut.
Berbagai atribut lainnya memliki berbagai nilai yang bisa saja berada dalam record-record lainnya. Contohnya,
beberapa pelanggan mungkin memiliki nama yang sama, jumlah transaksi penjualan
yang sama, batas kredit yang sama, serta saldo yang sama. Menggunakan salah
satu dari hal-hal ini sebagai kunci untuk menemukan sebuah record di basis data yang besar akan menjadi pekerjaan yang sulit.
Akan tetapi, atribut-atribut yang tidak unik ini sering kali disebut sebagai
kunci sekunder (secondary key) untuk
mengkategorikan data. Contohnya, atribut saldo akun dapat digunakan untuk
membuat daftar pelanggan yang saldonya lebih besar dari $10.000.
c. File
File adalah serangkaian
record yang lengkap dari suatu kelas
yang identic. Contohnya, semua record piutang
usaha dari suatu perusahaan akan membentuk file
piutang usaha. Dalam cara yang hampir sama, file dibentuk untuk kelas-kelas-kelas lain dari record seperti untuk persediaan, utang usaha,
dan penggajian. Basis data perusahaan adalah keseluruhan kumpulan berbagai file semacam itu.
Penyimpan Data
Sekunder (DASD/SASD)
Menurut Sulianta (2008), penyimpanan data sekunder
umumnya digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu:
Direct Access Storage Device (DASD)
Prosesnya lebih cepat disbanding SASD, karena untuk
mengambil data tertentu tidak perlu dicari dari awal berurutan. Terdiri dari:
-
Magnetic Disk: menggunakan
medan magnet. Contohnya, floppy disk
(disket) dan hardisk.
-
Optical Disk: menggunakan
sinar laser. Contohnya, CD-ROM.
Sequential Access
Storage Device (SASD)
Prosesnya lambat
karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Contohnya, magnetic tape. Sudah jarang dipakai,
umumnya hanya untuk backup, karena
murah dan kapasitas yang besar.
Pemrosesan Data (Batch, On-Line, Real Time)
Menurut Suyanto (2005), ada berbagai macam teknik
pengolahan data. Beberapa diantaranya akan dijelaskan dibawah ini:
a. Batch Processing
Batch processing juga dikenal
sebagai sequintal processing atau
serial prosesing, yaitu suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam
kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam
komputer untuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang
klasik. Proses ini jauh lebih banyak digunakan dalam sistem informasi
manajemen. Contoh: e-mail.
b. On-Line Processing
On-Line Processing
adalah
pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol
oleh CPU. Pada pengolahan ini masih diperlukan peralatan tambahan untuk
beberapa data yang dikirim dan diolah yaitu magnetic
tape unit atau disc storage device dan
lain-lain.
c. Real Time Processing
Real time
processing pengolahan data yang berjalan paralel dengan proses fisik sehingga hasil
dari pengolahan data itu muncul secara berurutan.
Database
dan Database Management System (DBSM)
Database
Menurut Mulyani (2016), database merupakan salah satu komponen
terpenting dalam sebuah sistem informasi karena semua informasi yang akan
diolah dan dihasilkan tersimpan dalam database.
sekumpulan file yang saling
berhubungan yang diolah dan dikontrol oleh sebuah software computer yang disebut Database
Management System (DBMS).
Menurut Soeherman &
Pinontoan (2008), database merupakan
kumpulan dari data yang saling berhubungan
satu dengan yang lainnya.
Menurut McLeod & Schell
(dalam Mulyani, 2016), database adalah
kumpulan dari beberapa file dan
secara umum database adalah kumpulan
data perusahaan yang tersimpan dalam komputer sedangkan arti yang lebih
spesifik lagi yaitu kumpulan data yang tersimpan dan dikontrol serta diolah
oleh Database Management System (DBMS).
Berdasarkan dari pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa database adalah
kumpulan dari banyak file dan
informasi-informasi yang disimpan
dalam bentuk database.
Database Management System (DBMS)
Menurut Hoffer, Kroenke & Oppel (dalam Sarosa, 2009), Database Management System (DBSM)
adallah suatu sistem pengelolaan berkas elektronik yang dapat menyimpan dan
mengelola berbagai macam tipe data dalam suatu sistem yang terintegrasi.
Menurut Lubis (2016), DBSM adalah perangkat lunak yang menangani semua
pengaksesan database. Dengan DBSM,
diharapkan basis data dapat dikelola dengan baik dan mudah dalam penggunaannya.
Menurut Kusrini (20), DBSM adalah software
yang menangani semua akses ke basis data.
Berdasarkan dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Database Management System (DBSM) adalah
suatu sistem pemrosesan data yang dapat menyimpan dan mengelola berbagai macam
tipe data.
3. Sistem Pakar (SP) dan Artificial Intelligence (AI)
Pengertian Sistem Pakar (SP)
Menurut
Kusrini (2006), sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan
untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar.
Menurut
Durkin (dalam Pusadan, 2014), sistem pakar adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh
seorang pakar.
Menurut
Ignizo (dalam Pusadan, 2014), sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang
berkaitan dalam suatu domain tertentu yang mana tingkat keahliannya dapat
dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
Berdasarkan
dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah suatu
program yang digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh
seorang pakar.
Pengertian Artificial
Intelligence (AI)
Menurut H. A.
Simon (dalam Kusrini, 2006), kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan
instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal
yang – dalam pandangan manusia adalah – cerdas.
Menurut Minsky (dalam Kusrini,
2006), kecerdasan buatan adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat
komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia.
Menurut Rich dan Knight (dalam
Kusrini, 2006), mendefinisikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sebuah studi
tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat
dilakukan lebih baik oleh manusia.
Berdasarkan dari pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa Artificial
Intelligence (AI) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer
yang dapat melakukan hal seperti yang dilakukan oleh manusia.
Sejarah Sistem Pakar (SP)
ES mulai
dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intelligence Corporation. Periode penelitian Artificial Intelligence ini didominasi
oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan
menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha ke arah ini
adalah General Purpose Problem-Solver (GPS).
GPS yang berupa sebuah prosedur yang dikembangkan – oleh Allen Newell, John
Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon – dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri
merupakan sebuah predecessor menu Expert System (ES). GPS berusaha untuk
menyusun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi
state tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pada pertengahan tahun 1960-an,
terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose)
ke program yang spesialis (special-purpose)
dengan dikembangkannya DENDRAL oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan
kemudian diikuti oleh MYCIN. Pembuatan DENDRAL mengarah pada konklusi-konklusi
berikut: GPS terlalu lemah untuk digunakan sebagai dasar untuk membangun ES
yang berunjuk kerja tinggi. Pemecahan masalah manusia adalah baik hanya jika
beroperasi dalam domain yang sangat sempit. ES harus di update secara berkala untuk informasi baru. Update semacam ini dapat efisien apabila menggunakan representasi
pengetahuan berbasis rule.
Sistem pakar untuk melakukan
diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem
pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward
Shortliffe di Stanford University. Sistem ini diberi nama MYCIN.
Sejarah
Artificial Intelligence (AI)
Kata “intelligence” berasal dari bahasa latin “intelligo” yang berarti “saya paham”. Berarti dasar dari intelligence adalah kemampuan untuk
memahami dan melakukan aksi. Sebenarnya, area kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau disingkat
dengan AI, bermula dari kemunculan komputer sekitar 1940-an, meskipun sejarah
perkembangannya dapat dilacak sejak zaman mesir kuno. Pada masa ini, perhatian
difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan
oleh manusia. Dalam hal ini, komputer tersebut dapat meniru kemampuan
kecerdasan dan perilaku manusia.
McMulloh dan Pitts pada tahun 1943
mengusulkan model matematis bernama perception
dari neuron di dalam orak. Mereka juga menunjukkan bagaimana neuron menjadi
aktif seperti saklar on-off dan
neuron tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu
dari input yang diberikan. Sumbangan terbesar di bidang AI diawali pada paper
Alan Turing, pada tahun 1950 yang mencoba menjawab. “Dapatkah komputer berfikir”
dengan menciptakan mesin Turing. Paper Alan Turing oada tahun 1950 berjudul “Computing Machineri and Intelligence”
mendiskusikan syarat sebuah mesin dianggap cerdas. Dia beranggapan bahwa jika
mesin dapat diganti dengan sukses berperilaku seperti manusia, kita dapat
menganggapnya cerdas.
Pada akhir 1955, Newell dan Simon mengembangkan The Logic Theorist, program AI pertama.
Proogram ini merepresikan masalah sebagai model pohon, lalu penyelesaiannya
dengan memilih cabang yang akan menghasilkan kesimpulan terbenar. Program ini
berdampak besar dan menjadi batu loncatan penting dalam mengembangkan bidang
AI. Pada tahun 1956 John McCarthy dari Massacuhetts Institute of Technology
dianggap sebagai bapak AI, menyelenggarakan konferensi untuk menarik para ahli computer
bertemu, dengan nama kegiatan “The Darmouth summer research project on
artificial intelligence”. Konferensi darmouth itu mempertemukan para pendiri dalam
AI, dan bertuhas untuk meletakkan dasar bagi masa depan pengembangan dan
penelitian AI. John McCarthy di saat itu mengusulkan definisi AI adalah “AI
merupakan cabang dari ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan computer untuk
dapat memiliki kemampuan dan berperilaku seperti manusia”.
Aplikasi
Sistem Pakar
ELIZA
Eliza adalah salah
satu sistem pakar yang dikembangkan pada tahun 1996. Ini adalah program komputer
terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi
dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terpais. Tujuan dari
pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikologi
dan pasiennya, dalam hal ini, ELIZA berperan sebagai psikoterapis dan
memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode
operasional ELIZA melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat
input, dan ouput berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau dprogram, yang
dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tsmpsk bermakna.
PARRY
Parry adalah sistem pakar yang
dikembangkan di Stanforf University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby,
Hilf, Webber dan Kreamer pada tahun 1972 yang mensimulasikan seorang paranoid
sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem
paranoid memang ada, perbedaan respond psikotis dan respon normalnya cukup
hebar, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek
keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi computer dan respon
manusia. Program ini menjalankan model mentahan dari perilaku schizopren
paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi, dan kepercayaan (penilaian
tentang konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga
menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan
dari ELIZA.
NETTALK
NETTalk program ini jenisnya
cukup berbeda berdasarkan pada jarring-jaring neuron sehingga dinamakan
NETTalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowki disekolah Medis Harfard dan
Rosenberg di Universitas Princeton. Conectionism
adalah gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan
kemampuan intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan. Jaringan
syaraf disederhanakan model otak terdiri dari sejumlah besar unit (neuron)
bersama-sama dengan bobot yang mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model
ini berat efek dari sinaps yang mengubungkan satu neuron yang lain. Percobaan
model semacam ini telah menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan
seperti pengenalan wajah, membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana.
Fatta, H.A. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Gaol, C.J.L.
(2008). Sistem Informasi Manajemen:
Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Hall, J.A.
(2007). Sistem Informasi Akuntansi (Edisi
4). Jakarta: Salemba Empat.
Sulianta, F.
(2008). Komputer Forensik. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo.
Kusumadewi, S. (2003). Artificial
Intelligence: Teknik dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha Ilmu
Suyanto, M.
(2005). Pengantar Teknologi Informasi
untuk Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Mulyani, S.
(2016). Metode Analisis dan Perancangan
Sistem. Bandung: Abdi Sistematika.
Soeherman,
B., & Pinontoan, M. (2008). Designing
Information System. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Sarosa, S.
(2009).Sistem Informasi Akuntansi.
Jakarta: Grasindo.
Lubis, A.
(2016). Basis Data Dasar. Yogyakarta:
Deepublish.
Kusrini.
(2007). Strategi Perancangan dan
Pengelolaan Basis Data. Yogyakarta: ANDI.
Kusrini.
(2006). Sistem Pakar: Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: ANDI
Pusadan, M.Y.
(2014). Pemograman Matlab pada Sistem
Pakar Fuzzy. Yogyakarta: Deepublish.











Komentar
Posting Komentar